DEPOK – Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok bertekad menjadikan Jalan Margonda yang merupakan jalur protokol di Depok sebagai kawasan bisnis mirip seperti kawasan Sudirman di Jakarta. Dengan apartemen, hotel, serta pusat perbelanjaan yang bermunculan di Jalan Margonda, diharapkan akan menjadikan Depok sebagai pusat jasa dan perdagangan.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok Nunu Heriana mengatakan meski tak dibatasi, investor diimbau untuk tidak lagi mendirikan mal dan apartemen di Jalan Margonda. Justru investor diundang untuk membangun perkantoran seperti perbankan di Jalan Margonda agar kawasan bisnis seperti Sudirman bisa terwujud.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail justru berseberangan dengan pendapat Kepala dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok Nunu Heriana. Nur Mahmudi secara tegas menyatakan bahwa Jalan Margonda belum siap menjadi pusat bisnis sebagai Sudirman.
"Tak bisa jadi kawasan Sudirman, karena kawasan Sudirman itu kan perkantoran, kawasan Margonda akan tetap kombinasi, perkantoran dan perdagangan, jadi kami belum berani memastikan khusus untuk perkantoran saja, mungkin daya kebutuhannya belum sampai ke arah sana, belum siap ke arah sana," paparnya kepada wartawan di Depok, kemarin.
Nur Mahmudi menambahkan Depok saat ini sudah menjadi kota satelit. Artinya, Depok merupakan kota yang mempunyai entitas sendiri dan tidak menjadi bagian dari Jakarta. "Kita tak jadi bagian Jakarta, tapi punya entitas sendiri hanya terjadi interkorelasi antara Jakarta dengan kota-kota disekitarnya, tak hambat transportasi," jelasnya.
Selain itu, kata dia, Depok yang telah didaulat sebagai kota harus terus berbenah. Terutama dengan membenahi tata ruang yang terkait dengan perekonomian.
"Tata ruang juga, kondisi lingkungan dan potensi masyarakat yang ada, pada 2010-2030 ada rencana tata ruang, di mana kita mengembangkan perekonomian di enam wilayah, salah satunya di Cimanggis, sehingga tak konsen ke Margonda saja, tetapi apakah bunuh Margonda juga tidak, kita tak ingin bunuh yang satu dengan yang lain, tak ingin juga membuat hektik sebuah kawasan terpusat di satu titik," tandasnya.
(rhs)