getting time ...

Boyband Zoom Lebih Pilih Rumah Ketimbang Apartemen

Nur Januarita Benu - Okezone
Kamis, 2 Februari 2012 16:34 wib
detail berita
Boyband Zoom (Foto: Tomi Tresnady/Okezone)

JAKARTA - Setiap orang pasti mengidamkan hunian pribadi yang nyaman dan pastinya dapat memberikan ruang gerak yang bebas bagi para penghuninya. Untuk itu di tengah maraknya pembangunan serta gaya hidup instan dan modern khas apartemen yang sedang menjamur di kota-kota besar, ternyata masih banyak yang memilih untuk tinggal di rumah tinggal ketimbang di hunian vertikal atau apartemen.

Salah satu contoh adalah boyband pendatang baru Zoom. Boyband yang berasal dari luar Jakarta ini terpaksa harus tinggal di apartemen yang dijadikan hunian bersama mereka selagi menjalankan aktivitas menyanyinya di ibu kota. Di apartemen yang terletak di kawasan Jakarta Barat tersebut, mereka menghabiskan waktu bersama dan merasakan kelebihan dan kekurangan bangunan apartemen.

Menurut boyband yang terdiri dari enam personel, Angga, Yuzef, Temmy, Kevin, Leymuel, dan Evan ini, apartemen selain mewah juga punya kelebihan dan banyak kekurangannya.

"Kalau semua apertemen ya nilai plusnya sudah pasti karena terletak di tengah kota, jadi akses ke mana-mana lebih gampang. Tapi banyak juga kekurangannya, kayak enggak privat, tinggi, butuh tenaga juga buat naik ke atas," ujar Angga pentolan Zoom Band saat mengujungi Redaksi Okezone, di Gedung HighEnd, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Karena sudah merasakan kenikmatan dan ketidaknyamanan tinggal di apartemen itulah seluruh personel Zoom Band lebih memilih rumah tinggal ketimbang apartemen. Alasannya pun beragam, mulai dari kenyamanan, privatisasi, dan biaya.

"Kalau di rumah kan bebas, mau ngapain juga terserah. Enggak tinggi letaknya, jadi enggak butuh banyak tenaga. Sedangkan apartemen harus jaga kenyamanan orang lain juga, enggak bisa pelihara binatang," tutur Yuzef, salah satu personel Zoom yang masih duduk di bangku kuliah ini.

Mereka juga menambahkan, kondisi dan bentuk apartemen yang terbatas dan terkotak-kotak juga membuat suasana kurang nyaman.

"Agak pengap, karena kurang penghijauan, kalau di apartemen penghijauannya kan cuma di sekitar kolam renang, enggak ada taman khusus di depan kamar," imbuh Yuzef.

Namun, dibalik semua kekurangnyamananan menghuni apartemen tersebut, mereka tetap berusaha membuat suasana lebih cozy dengan adanya kebersamaan dan seringnya waktu ngumpul-ngumpul, meskipun hanya di sebuah ruang tamu kecil di apartemen yang harus ditinggali keenam personel Zoom tersebut. (rhs)

Beri komentar