getting time ...

Pembangunan di Jakarta Perlu Belajar dari Tokyo

Nur Januarita Benu - Okezone
Jum'at, 3 Februari 2012 18:24 wib
detail berita
Jakarta (Foto: wikipedia.org)

JAKARTA - Ada yang bilang semakin maju sebuah negara, dapat dilihat dari pembangunan yang dilakukan dalam negara tersebut. Indikator yang paling jelas terlihat salah satunya dari seberapa banyak bangunan-bangunan tinggi dan megah yang berdiri di dalamnya.

Bangunan-bangunan yang menjulang tinggi tersebut sudah tentu dibangun dengan berbagai macam tujuan, misalnya untuk pembangunan, penunjang kegiatan perekonomian, maupun yang fungsinya sebagai hunian, selain tentu saja ada prestis atau gengsi tersendiri di baliknya.

Kota metropolis seperti Jakarta, tentu saja membutuhkan bangunan vertikal atau yang juga sering disebut skyscraper. Karena selain menandakan sebuah era kemajuan bangsa, juga dapat lebih menghemat lahan untuk pembangunan. Meskipun di sisi lain, tata kota Jakarta masih banyak menuai problema.

"Jakarta ini terlalu rendah bentuknya, sehingga jika semakin banyak pembangunan artinya bentuknya akan menyebar dan terus melebar. Dengan adanya bangunan tinggi maka bisa dibilang lebih memadatkan pada satu titik. Untuk itu bangunan tinggi memang sangat perlu, tapi, tentu saja harus didesan dengan baik, " kata dosen Arsitektur Universitas Tarumanegara Iswanto Hartono, saat berbincang dengan okezone di sel-sela acara Architecture UI Fair 2012, di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (3/2/2012).

Menurut Iswanto, pembangunan (development) dalam hal ini bangunan-bangunan kecil, jika terus dilakukan di ibu kota Jakarta tentu saja akan menjadi tidak efektif. Karena bentuknya akan menyebar (spread) dan tidak terpusat pada satu titik. 

"Lihat saja, saat ini banyak masyarakat misalnya di Depok yang bekerja di Jakarta. Ini kan sudah pasti membuang energi, waktu dan biaya. Maka sangat tidak efektif dan efisien. Kita bisa mengambil contoh dari kota seperti Tokyo atau Hong Kong yang dipadatkan pada titik-titik tertentu, sehingga kehidupan masyarakatnya lebih efisien," ujarnya.
(rhs)

Beri komentar