JAKARTA - Banyak pembangunan gedung ataupun residensial mewah di Indonesia yang menggunakan jasa arsitek luar negeri. Padahal sebenarnya kemampuan dan karya-karya anak negeri juga patut diacungi jempol. Untuk ini, Arief Budiman, Arsitek Indonesia yang malang-melintang di dunia internasional mempunyai tanggapannya sendiri.
Apa penilaiannya mengenai pembangunan dan perkembangan arsitektur di Indonesia? Ikuti ulasannya dalam hasil wawancara khusus okezone dengan Arief Budiman berikut, masih dalam kesempatan via telpon yang sama di Jakarta, baru-baru ini.
Bagaimana tanggapan Anda pribadi mengenai pembangunan di Indonesia saat ini?
Saya sangat mengapresiasi perkembangan arsitektur di Indonesia saat ini. Salut saya untuk rekan rekan arsitek senior yang sudah mengupayakan dunia arsitektur Indonesia hingga ke taraf saat ini.
Salut saya juga untuk rekan - rekan arsitek muda Indonesia baik yang di dalam maupun di luar negeri. Saya ini hanya salah satu dari arsitek Indonesia yang masih mencoba menjadi seperti para arsitek arsitek senior kita semua ini.
Adakah tawaran untuk membangun proyek di Indonesia?
Saya baru berencana untuk memulai karier di Indonesia. Insya Allah tahun ini. Saya bercita-cita menjadi dosen dan juga mendirikan biro saya sendiri. Saya ingin berbagi pengalaman yang saya punya selama ini ditambah dengan menerapkannya di biro saya sendiri nantinya.
Mengapa Anda memilih berkiprah di dunia internasional ketimbang di dalam negeri?
Saya hanya ingin membuktikan kepada diri saya sendiri dan teman teman bahwa dunia ini cukup datar untuk bisa kita jelajahi. Menimba ilmu bisa dengan cara bekerja dan bekerja itu bisa di mana saja. Tidak harus di luar negeri, di dalam negeri pun kita bisa belajar untuk menjadi arsitek yang lebih baik dan lebih baik lagi. Saya dengan kemampuan yang saya punya ini, walau terbatas, saya juga ingin bisa membawa nama Indonesia ke negara lain yang tidak umum mendengar tentang negara kita. Ini juga menjadi alasan mengapa saya memilih ke negara negara yang tidak lazim orang mau pergi ke sana.
Apakah Indonesia menjanjikan bagi profesi arsitek?
Kembali lagi pada arsiteknya sendiri. Profesi arsitek penuh dengan tanggung jawab yang besar. Bukan hanya sekedar mendesain bangunan tapi juga harus bisa menjawab tuntutan sejarah, faktor sosial, ekonomi, dan lain lainnya.
Kalau kita suda bisa mencapai taraf tersebut, saya yakin profesi kita bisa lebih dihargai di mata masyarakat. Bukan berarti sampai saat ini profesi kita belum dihargai, tapi justru sampai saat ini masih banyak yang samar antara profesi arsitek dan konstruksi.
Apa rencana atau target Anda ke depan?
Cita-cita saya sangat umum sekali, ingin menjadi arsitek yang lebih baik dan berusaha menjaga kemurnian profesi arsitek itu sendiri. Seperti tadi sudah saya jelaskan, arsitek adalah sebuah ilmu, tapi dalam penerapannya terkait dengan bidang ilmu lainnya seperti sejarah, politik dan lainnya. Jadi rencana saya, Insya Allah memulai karier di Indonesia dan menerapkan ilmu yang sudah saya punya selama ini dengan menjaga kemurnian ilmu arsitektur itu sendiri. Saya selalu bercita cita memberi hawa baru untuk perkembangan arsitektur Indonesia, sekecil apapun dampaknya dengan cara berkarya maupun menjadi akademisi. Saya sangat tertarik menjadi dosen.
Pesan untuk arsitek muda Indonesia?
Saya ini hanya salah seorang yang kebetulan berprofesi arsitek. Banyak rekan-rekan saya juga yang menempuh jalan hidup yang sama bahkan lebih fantastis. Tapi jangan lupa dan jangan terlena, kita harus tetap men-develop diri kita menjadi arsitek yang lebih baik. Menjadi arsitek itu adalah sebuah proses menjadikan diri kita lebih bertanggung jawab terhadap profesi. Kita punya kewajiban terhadap perubahan sosial, kehidupan bermasyarakat, dan lain-lain. Selalu bawa muatan tersebut dalam setiap proses kita berarsitektur.
(rhs)