JAKARTA - Konsep hijau pada satu kota di saat maraknya pembangunan sektor properti, tampaknya menjadi satu hal muluk yang merupakan omong kosong jika tidak benar-benar diwujudkan.
Salah satu kota yang memiliki misi menjadi kota hijau adalah Kota Depok, Jawa Barat. Namun, keinginan itu harus dikritisi lantaran masih rancunya konsep tersebut terhadap kenyataan yang ada pada Kota Belimbing tersebut.
Ketua Yayasan Depok Hijau (Yadeh) Syahroel Polontalo menilai, konsep kota hijau Depok masih tidak jelas. Dia menuturkan salah satu indikasinya adalah pada 2012, Depok belum masuk ke dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH).
Dia mencontohkan, penataan ruang yang belum tertata dengan baik bisa ditemukan pada taman hutan raya (tahura) Cagar Alam, Pancoran Mas. Menurutnya, tahura Cagar Alam banyak ditanami pohon singkong dan dijadikan tempat memelihara ayam.
"Bahkan, rumah tempat penjagaan dijadikan tempat tinggal. Berdasarkan ketentuannya, kota atau kabupaten hanya memenuhi tiga persyaratan saja. Kalau seperti ini, tinggal keberanian pemerintah kota Depok berani apa tidak," tutur Syahroel, seperti dikutip situs komunitas Depokklik, Selasa (14/2/2012).
Senada dengan Syahroel, Ketua Paguyuban Lembah Gurame, M Ali menilai Pemkot harus berkomitmen berkomitmen menjadikan Depok sebagai kota hijau, salah satunya dengan memiliki konsep yang jelas.
"Sebaiknya sebelum pengembang membangun di Depok, harus menyediakan RTH dulu seperti di Surabaya atau Solo," kata Ali.
Sementara itu Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Somad, menegaskan Depok siap sebagai kota hijau. Dia mengklaim untuk menyiapkan 40 persen lahan RTH tidak menjadi kendala.
"Banyak tempat di kota Depok masih hijau dan banyak tanaman. Kita siap untuk menjadikan Depok sebagai kota hijau," pungkas Idris dengan optimis. (rhs)