JAKARTA - Pengembang properti Paramount Group menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) 2012 sekira Rp2,1 triliun guna merealisasikan proyek properti, baik sektor komersial dan sektor residensial.
"Jumlah modal merupakan modal sendiri, artinya Paramount tidak memiliki pinjaman modal dari bank. Sebanyak 100 persen dana adalah ekuitas Paramount," ujar Direktur Utama Paramount Group Tanto Kurniawan, seusai penandatanganan MoU dengan Bank Standart Chartered, di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Dari jumlah tersebut, nantinya akan dibangun beberapa proyek properti sekaligus dalam waktu satu tahun.
"Ada pun proyek properti yang digarap dalam waktu dekat yakni, realisasi tiga kluster terbaru, rumah sakit (rs), apartmen, dan hotel bintang dua sampai dengan hotel bintang lima," lanjut Tanto.
Sekadar diketahui, Paramount merupakan pengembang properti di kawasan Serpong, Banten. Paramount juga merupakan salah satu pengembang yang meramaikan bursa hunian kelas menengah ke atas dan properti komersial lainnya di Serpong. (rhs)