Hiasan Jendela Sederhana Nan Artistik

Selasa, 20 Maret 2012 09:38 wib
Hiasan Jendela Sederhana Nan Artistik
Gorden minimalis (foto: karodalnet.blogspot)

DESAIN penutup jendela yang sederhana, lembut, dan ringan semakin digandrungi pemilik rumah. Dapat diaplikasikan dengan beragam jenis bahan, motif, warna, serta potongan menarik.

Banyak yang masih menganggap jendela hanya sebagai salah satu elemen dalam rumah dengan fungsi utama memasukkan cahaya dan udara. Juga menjamin ketersediaan udara segar dan meminimalisasi kelembapan dalam ruang.

Banyak yang belum sadar, jendela bisa menghadirkan ekspresi tertentu pada fasad yang dapat membuat bangunan tampak lebih menarik. Menilik fungsinya yang demikian penting, sudah selayaknya memikirkan keberadaan jendela secara serius.

Karena itu, desain jendela yang unik dan disesuaikan dengan kebutuhan ruangan semakin diperlukan. Tak ketinggalan juga hiasan penutup yang cantik dan segar. “Menghias jendela adalah salah satu cara yang paling berdampak memberikan ruang seperti tampilan seorang desainer,” kata desainer interior Brian Patrick Flynn, seperti dikutip Associated Press.

Tren yang paling mengemuka sekarang,menurut dia, adalah berhubungan dengan kesederhanaan, kelembutan, dan desain yang bebas repot. “Semakin tipis bilah jendela, semakin segar ruangan akan terlihat,” kata pendiri Burnham Design di Los Angeles Betsy Burnham.

Desainer interior Mallory Mathison yang berbasis di Atlanta, setuju pada pendapat itu. “Orang-orang mulai menjauhi desain jendela dengan hiasan cornice dan valances,” ujarnya.

Dengan tirai warna dasar atau roman shade, Anda tidak perlu mengkhawatirkan debu atau kotoran yang melekat atau anak-anak yang bermain-main dengan kain gorden. Mathison memilih menggunakan tirai tipis daripada jendela harus dipasang gorden berkain tebal. “Tambahkan lapisan katun tipis untuk menjangkau sedikit privasi bagi penghuni rumah, namun tetap terlihat seperti melambai dan berasa ringan,” kata dia.

Beberapa tahun lalu, menurut Burnham, banyak desainer suka dengan pemakaian kain yang ditumpuk untuk membuat tampilan jendela yang dramatis. Saat ini, pendekatannya lebih sederhana dan hemat bahan. “Sekarang yang terbaik adalah hanya menyentuh lantai sedikit,” imbuhnya
.
Aturan yang sama berlaku untuk gaya roman shade. Sebuah gaya lipit sederhana, penggunaan kain yang tidak terlalu banyak menjadi lebih populer daripada jendela yang menggelembung besar.

Tirai palsu (phony curtains) sudah tidak tren lagi. ”Jangan memasang dua panel yang sebenarnya tidak benar-benar cocok,”saran Burnham. Soal biaya pun dapat dihemat. Kini semakin mudah untuk mendapatkan penutup jendela buatan sendiri tanpa biaya sama sekali. Ketiga desainer ini menyarankan Anda untuk membeli panel tirai meteran, kemudian ukur dan gunting sesuai besar jendela Anda.

“Pilih bahan linen dan katun. Kemudian bawa kain ke penjahit untuk diukur dan digunting sehingga mereka dapat menggantung dengan baik. Selanjutnya, saya memiliki tirai bagian atas bergaya ringan, yang bisa memberikan tampilan kasual dan santai. Kemudian, tambahkan pengait gorden,” ujar Flynn. Atau beli beberapa meter kain dan minta penjahit membuat panel sederhana daripada harus mendapatkan gorden dari toko ritel.

“Perbedaannya dalam biaya. Jika Anda memberi pekerjaan pengguntingan kepada penjahit pakaian, ini tentu akan mudah dihitung,” kata Burnham. Jika Anda memilih memberikan nuansa khusus pada gorden, Mathison mengatakan, terapkan strategi yang sama. Beli kain katun roman shade warna putih, kemudian lampirkan trim pita datar di pinggir bagian bawah atau bahkan pinggiran tirai katun berdesain pompom untuk jendela kamar anak.

Tampilannya akan tampak sederhana dan bersih dengan biaya yang minimal, tapi Anda telah menambahkan sejumput warna dan tekstur. Untuk pilihan pola, tidak boleh keluar dari gaya. Para desainer menganjurkan untuk melakukannya dengan strategi. Satu pendekatan yang bagus adalah menggunakan pola dalam satu warna.

“Ada banyak bahan ringan di pasaran dengan pola halus di dalamnya, garis-garis atau desain bergelombang, tapi masih terlihat sederhana dan tipis,” kata Mathison. Burnham kadang suka dengan pendekatan itu. Membawa pola melalui tekstur daripada oleh warna.

“Sangat menyenangkan saat menemukan linen yang kasar, bukan hanya kain katun yang warnanya polos dan datardatar saja,” ujar Burnham.

(Rendra Hanggara/Koran SI)

 
(rhs)


Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

Beri komentar

BACA JUGA ยป