JAKARTA - Kenaikan harga properti mewah di Asia Pasifik meningkat drastis. Hal ini sesuai yang dilaporkan atas hasil survei lembaga konsultan properti global Knight Frank. Menurut Senior Reserach Manager Knight Frank Hasan Pamudji, pasar properti safe haven menunjukkan peningkatan aktifitas dan sangat diminati oleh orang kaya dunia.
Pasar safe haven yang dimaksud adalah lokasi atau kota-kota besar yang tetap memiliki nilai investasi yang tinggi meskipun secara umum negaranya mengalami krisis ekonomi.
"Politik yang tidak stabil, korupsi, konflik perang dan krisis hutang menyebabkan derasnya dana kekayaan untuk investasi masuk ke negara-negara safe haven sehingga harga properti meningkat drastis. Safe Haven itu adalah lokasi atau kota buka pada negaranya, jadi meskipun krisis kota-kota tersebut tetap diminati investor," jelas Hasan pemaparan The Wealth Report 2012 Knight Frank.
Menariknya, harga properti residensial mewah di beberapa kota besar wilayah Asia Pasifik mulai mengalami penurunan setelah kenaikan drastis sejak
beberapa tahun lalu terkecuali Jakarta dan Bali. Keduanya diprediksi akan naik satu peringkat tahun ini dengan asumsi kenaikan sama sekitar 15-20 persen.
"Kebijakan pemerintah untuk pengetatan dan pendinginan pasar properti berdampak pada tren penurunan tersebut. Dan Jakarta juga Bali masih menjadi sasaran lokasi invetasi bagi orang-orang kaya dari berbagai negara," ujarnya.
(rhs)