EDINBURG - Skotlandia akan mendaur ulang popok bekas pakai untuk furnitur. Kelak, limbah rumah tangga ini akan diubah menjadi bangku taman, furnitur taman, bantalan kereta api, pagar, genteng, dan kardus.
Kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan atas banyaknya limbah popok bekas pakai di Skotlandia. Setiap tahun, tempat pembuangan akhir di Skotlandia menerima lebih dari 160 juta popok.
Sebagai proyek percontohan, skema ini akan diuji coba oleh empat kawasan di Skotlandia yakni Fife, Stirling, Perth dan Kinross, serta North Lanarkshire yang mencakup 36.000 rumah. Skema ini akan dijalankan selama enam bulan. Jika berhasil, skema ini akan dilakukan secara nasional.
Proyek ini didanai Zero Waste Scotland. Lembaga ini berharap proyek tersebut tidak hanya memudahkan orang tua yang tinggal di empat kawasan percontohan tersebut, tapi juga mengurangi 450.000 popok yang dibuang setiap hari di Skotlandia.
Setiap bayi di Skotlandia rata-rata menggunakan 4,16 popok per hari dan kurang dari 10 persen yang menggunakan popok yang dapat digunakan ulang.
Proyek ini berhasil mendapatkan dukungan dari Menteri Lingkungan Richard Lochhead. “Popok sekali pakai, meski nyaman, punya dampak besar terhadap lingkungan karena setiap hari sebanyak 450.000 popok berakhir di TPA di Skotlandia. Inovasi ini merupakan langkah maju yang fantastis dalam hal daur ulang dan memudahkan orang tua untuk berperan aktif bagi lingkungannya,” jelasnya.
“Sangat menyenangkan bahwa teknologi baru memungkinkan kita untuk mendaur ulang banyak material. Dengan cara ini, kita dapat menggunakan kembali limbah dan memperlakukannya sebagai sumber daya yang berharga dengan potensi meningkatkan perekonomian kami,” tambahnya, seperti dikutip dari Inhabitat, Jumat (15/6/2012).
Sementara itu, Gulland dari Zero Waste Scotland punya pandangan berbeda. “Metode percobaan yang berbeda ini memungkinkan kita mengevaluasi sistem yang lebih disukai banyak orang. Mendaur ulang popok menjadi kursi mungkin terdengar mengejutkan, tapi lebih baik membuat mereka menjadi barang yang bisa dipakai ketimbang membuangnya di tempat sampah. Saya akan mendesak mereka yang tinggal di daerah percontohan untuk mengikuti skema ini,” jelasnya.
(rhs)